Tubuhku menegang, ini bukan aroma Gio. Bukan!Perlahan kepalaku kugerakkan ke samping untuk melihat sosok pria yang telah memelukku dan mendekapku di pangkuannya begitu erat.Akan tetapi, wajah ini begitu asing. Dingin, tidak ada sedikit pun rasa takut tersirat di bening cokelat mata itu. Sementara Zena, dia, menatapku penuh tanya.Sungguh keadaan ini, membuatku devaju. Laura pun terdiam, tubuh serigalanya meringkuk dengan kedua alis saling menyatu membentuk garis lurus.'Siapa pria ini, Laura?' 'Tidak, aku tidak mengenalnya.''Tidakkah kau ingat aroma ini?' Laura memejamkan matanya, hidungnya terlihat kembang-kempis seolah pikirannya sedang membuka tabir ingatannya. "Maaf, apakah Anda tidak salah memelukku, Tuan?" Akhirnya suaraku keluar untuk, menanyakan sikapnya itu padaku. Hanya satu kali gerakan, tubuhku sudah menghadapnya. Saat itu juga aku termangu menatap wajah dingin dengan sorot mata yang lembut. "Bagaimana, apakah sudah ingat, Sayang?" Bibirku bergetar, lidahku terasa
閱讀更多