LOGINSatu bulan setelah kejut listrik defibrillator menarik jiwanya kembali dari ambang kematian, Shen Wei akhirnya diizinkan menginjakkan kaki di tempat yang ia sebut sebagai rumah sejati: “Kompleks Laboratorium Utama Institut Sains Tingkat Lanjut”.Di dunianya yang asli, ia bukanlah seorang permaisuri tiran, melainkan seorang kepala peneliti berusia 23 tahun. Seorang gadis prodige, genius, dan memiliki ambisi yang sanggup melompati batas etika sains demi sebuah penemuan mutakhir. Proyek yang membuatnya mengalami koma selama dua minggu adalah proyek bioteknologi tingkat tinggi yang sangat spekulatif—Project Genesis: Ultimate Embryo Selection. Sebuah eksperimen radikal untuk menciptakan rekayasa genetik terbaik untuk disuntikkan ke dalam rahim raksasa inkubator buatan. Namun, malam sebelum ledakan itu terjadi, akibat kelelahan dan tekanan tenggat waktu, Shen Wei melakukan kecerobohan fatal. Ia salah mengambil tabung benih. Bukannya memasukkan sampel genom manusia murni, ia justru mencam
Rasa sakit yang membelah kepala Shen Wei di Aula Kekaisaran mendadak berubah menjadi sensasi mati rasa yang aneh. Jeritan histeris Huo Yan, Lang Yue, dan Chongqing perlahan-lahan menjauh, meredup menjadi gaung distorsi frekuensi yang samar, sebelum akhirnya tenggelam sepenuhnya dalam kesunyian mutlak yang gelap gelita. Eksistensi Dinasti Yuehua, takhta emas, hingga konspirasi menteri korup seolah menguap begitu saja, menyisakan kekosongan dimensi yang dingin.Namun, kegelapan itu tidak bertahan lama.Bzzzt… bip… bip… bip…Sebuah bunyi mekanis yang ritmis dan asing mendadak menyusup ke dalam pendengarannya. Kesadaran Shen Wei yang semula melayang-layang ditarik paksa oleh sebuah guncangan hebat yang menghantam fisik jiwanya. Ia merasakan tekanan kuat pada dadanya, disusul oleh sensasi dingin yang mendadak menempel di kulit halusnya."Pengisian energi selesai! Dua ratus Joule! Clear!" Sebuah teriakan lantang bergaung di atas kepalanya.Blam!Seketika itu juga, tubuh Shen Wei tersenta
“Yang Mulia… Putri Wen Yi mencoba bunuh diri lagi, tapi pengawal berhasil menghentikannya.”Laporan dari utusan khusus Distrik Barat itu bergema di dalam ruang kerja pribadi Shen Wei, memecah keheningan sore yang tenang. Prajurit itu berlutut dengan kepala tertunduk khidmat, menunggu reaksi dari sang Kaisar tertinggi Dinasti Yuehua.Waktu memang telah berlalu dengan sangat cepat. Tiga bulan sejak reformasi birokrasi besar-besaran dimulai, tatanan politik kekaisaran perlahan-lahan mulai stabil di bawah kendali taktis Shen Wei. Dan di saat yang sama, hukuman bagi mantan Putri Wen Yi benar-benar terjadi tanpa ada pengurangan beban sepeser pun.Laporan yang baru saja diterima Shen Wei adalah tentang percobaan bunuh diri Wen Yi yang ke-99 kalinya. Sembilan puluh sembilan kali wanita angkuh itu berusaha mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara—mulai dari mencoba menenggelamkan diri di rawa berlumpur, memakan tanaman beracun di hutan karantina, hingga mencoba menggores nadinya dengan pecah
Langkah kaki Shen Wei terdengar beritme saat ia meninggalkan ambang pintu kamar Putri Wen Yi. Udara pagi di koridor luar Paviliun Pengobatan terasa bersih, perlahan mengusir sisa-sisa bau belerang dan asam sisa pertempuran fajar tadi. Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih jauh menuju taman dalam, sesosok tubuh tinggi berbalut jubah sutra merah menyala sudah berdiri bersandar pada pilar batu, menunggunya dengan ekspresi yang sulit diartikan.Lang Yue menghentikan kibasan pelan sembilan ekor serigalanya begitu melihat Shen Wei keluar. Sepasang mata rubahnya yang tajam menatap lurus, memancarkan bauran rasa tidak percaya atas keputusan radikal yang baru saja didengarnya dari dalam ruangan."Yang Mulia, apakah benar Anda akan melakukan hal itu?" tanya Lang Yue sang selir Serigala, suaranya beralih rendah, kehilangan nada narsistik yang biasa ia pamerkan."Ya. Aku harus membuatnya belajar tentang hidup," jawab Shen Wei tanpa keraguan sedikit pun. Ia menghentikan langkahnya, menatap lur
Rasa frustasi yang teramat sangat menyelimuti setiap jengkal kesadaran Putri Wen Yi. Hinaan karena dikhianati oleh faksi pendukungnya sendiri baru saja meremukkan fondasi harga dirinya, namun fakta bahwa ia berutang nyawa pada Shen Wei adalah racun yang jauh lebih mematikan bagi egonya yang setinggi langit. Baginya, tatapan kasihan atau bahkan kepuasan taktis yang terpancar dari wajah Wenxian terasa seperti duri yang menusuk langsung ke ulu hatinya."Aku tidak sudi... Aku tidak sudi menjadi objek belas kasihanmu!" pekik Wen Yi, suaranya melengking frustasi, nyaris pecah karena histeria yang tak terbendung.Dengan mata yang membelalak liar dan napas yang memburu, ego besarnya yang terluka menuntut pelarian terakhir yang paling ekstrem: kematian. Jika ia tidak bisa hidup sebagai pemenang, ia menolak untuk hidup sebagai pecundang yang terhina di bawah kaki kakaknya. Dalam kebutaan emosi, Wen Yi tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar, bersiap mengatupkan rahangnya dengan kekuatan penuh
Aroma uap teh krisan yang tadi menenangkan saraf Shen Wei menguap begitu ia melangkah kembali menembus tirai sutra Paviliun Pengobatan. Sesi tombol jeda singkat bersama empat selir monsternya telah usai, dan kini otak ilmiahnya harus kembali beralih ke mode klinis yang dingin.Di sisi barat ruangan, She Ming baru saja meletakkan jarum perak terakhirnya ke dalam wadah alkohol. Di atas ranjang, kelopak mata Putri Wen Yi mulai bergerak-gerak samar. Efek dari formula alkali tingkat tinggi milik sang Alkemis Ular terbukti efektif memicu reboot total pada sistem metabolisme tubuh sang Putri yang sempat terkontaminasi asam parasit Gu."Ugh..." sebuah rintihan parau dan lemah lolos dari bibir pecah-pecah Wen Yi.Sepasang matanya perlahan terbuka, berkedip berkali-kali mencoba menghalau buram akibat hawa sihir yang sempat membekukan jaringan saraf penglihatannya. Namun, begitu fokus matanya pulih sepenuhnya, hal pertama yang tertangkap oleh retinanya adalah sosok megah berbalut jubah hitam ke
Pusaran energi ungu yang tadinya mengamuk hebat mendadak kehilangan momentumnya. Udara yang semula berat dan beracun perlahan mendingin saat Shen Wei mendekap erat tubuh She Ming yang bersisik. Kilatan-kilatan listrik magis yang sempat menyambar bahu Shen Wei meredup, seolah-olah amarah itu tersera
Gema pemikiran itu seolah menghantui dinding Paviliun Pualam yang dingin. Chongqing, yang tengah memfokuskan seluruh esensi penyembuhannya ke dada Shen Wei, tidak menyadari implikasi kosmis dari pergeseran emosi yang dialami She Ming. Baginya, satu-satunya prioritas adalah memastikan detak jantung
Dukun itu langsung bersujud menyentuh tanah dengan keningnya. Tubuhnya bergetar hebat hingga kalung tulang belulang di lehernya bergemerincing ketakutan. Suara gesekan tulang itu terdengar nyaring di tengah keheningan yang mencekam, seolah-olah kematian sendiri sedang menari di sana."Hamba tidak b
Cahaya rembulan yang masuk melalui celah ventilasi paviliun pualam mulai memucat, digantikan oleh semburat abu-abu fajar yang dingin. Namun, di dalam ruangan itu, atmosfer masih terasa seperti berada di jantung tungku pemanggangan. Uap air yang menyelimuti langit-langit kini menetes perlahan, jatuh







