Share

Konsekuensi Rasa

Author: Strawberry
last update publish date: 2026-05-12 22:31:35

Kabut tebal yang menyelimuti kesadaran Shen Wei perlahan mulai terasa berbeda. Ia mengira akan terseret ke dalam kehampaan abadi akibat esensi penyedot jiwa, namun anehnya, tubuhnya justru terasa ringan—seolah beban gravitasi dunia Dinasti Yuehua telah terangkat dari pundaknya.

"Kenapa aku merasa ringan?" gumamnya di tengah kesunyian yang memekakkan telinga.

"Kau datang lagi?" sebuah suara yang sangat akrab memecah keheningan di balik kabut putih tersebut.

Shen Wei menoleh dengan cepat, meski g
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   DeJavu

    Satu bulan setelah kejut listrik defibrillator menarik jiwanya kembali dari ambang kematian, Shen Wei akhirnya diizinkan menginjakkan kaki di tempat yang ia sebut sebagai rumah sejati: “Kompleks Laboratorium Utama Institut Sains Tingkat Lanjut”.Di dunianya yang asli, ia bukanlah seorang permaisuri tiran, melainkan seorang kepala peneliti berusia 23 tahun. Seorang gadis prodige, genius, dan memiliki ambisi yang sanggup melompati batas etika sains demi sebuah penemuan mutakhir. Proyek yang membuatnya mengalami koma selama dua minggu adalah proyek bioteknologi tingkat tinggi yang sangat spekulatif—Project Genesis: Ultimate Embryo Selection. Sebuah eksperimen radikal untuk menciptakan rekayasa genetik terbaik untuk disuntikkan ke dalam rahim raksasa inkubator buatan. Namun, malam sebelum ledakan itu terjadi, akibat kelelahan dan tekanan tenggat waktu, Shen Wei melakukan kecerobohan fatal. Ia salah mengambil tabung benih. Bukannya memasukkan sampel genom manusia murni, ia justru mencam

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Terbangun dalam Realita

    Rasa sakit yang membelah kepala Shen Wei di Aula Kekaisaran mendadak berubah menjadi sensasi mati rasa yang aneh. Jeritan histeris Huo Yan, Lang Yue, dan Chongqing perlahan-lahan menjauh, meredup menjadi gaung distorsi frekuensi yang samar, sebelum akhirnya tenggelam sepenuhnya dalam kesunyian mutlak yang gelap gelita. Eksistensi Dinasti Yuehua, takhta emas, hingga konspirasi menteri korup seolah menguap begitu saja, menyisakan kekosongan dimensi yang dingin.Namun, kegelapan itu tidak bertahan lama.Bzzzt… bip… bip… bip…Sebuah bunyi mekanis yang ritmis dan asing mendadak menyusup ke dalam pendengarannya. Kesadaran Shen Wei yang semula melayang-layang ditarik paksa oleh sebuah guncangan hebat yang menghantam fisik jiwanya. Ia merasakan tekanan kuat pada dadanya, disusul oleh sensasi dingin yang mendadak menempel di kulit halusnya."Pengisian energi selesai! Dua ratus Joule! Clear!" Sebuah teriakan lantang bergaung di atas kepalanya.Blam!Seketika itu juga, tubuh Shen Wei tersenta

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Retak

    “Yang Mulia… Putri Wen Yi mencoba bunuh diri lagi, tapi pengawal berhasil menghentikannya.”Laporan dari utusan khusus Distrik Barat itu bergema di dalam ruang kerja pribadi Shen Wei, memecah keheningan sore yang tenang. Prajurit itu berlutut dengan kepala tertunduk khidmat, menunggu reaksi dari sang Kaisar tertinggi Dinasti Yuehua.Waktu memang telah berlalu dengan sangat cepat. Tiga bulan sejak reformasi birokrasi besar-besaran dimulai, tatanan politik kekaisaran perlahan-lahan mulai stabil di bawah kendali taktis Shen Wei. Dan di saat yang sama, hukuman bagi mantan Putri Wen Yi benar-benar terjadi tanpa ada pengurangan beban sepeser pun.Laporan yang baru saja diterima Shen Wei adalah tentang percobaan bunuh diri Wen Yi yang ke-99 kalinya. Sembilan puluh sembilan kali wanita angkuh itu berusaha mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara—mulai dari mencoba menenggelamkan diri di rawa berlumpur, memakan tanaman beracun di hutan karantina, hingga mencoba menggores nadinya dengan pecah

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Kimia Emosi

    Langkah kaki Shen Wei terdengar beritme saat ia meninggalkan ambang pintu kamar Putri Wen Yi. Udara pagi di koridor luar Paviliun Pengobatan terasa bersih, perlahan mengusir sisa-sisa bau belerang dan asam sisa pertempuran fajar tadi. Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih jauh menuju taman dalam, sesosok tubuh tinggi berbalut jubah sutra merah menyala sudah berdiri bersandar pada pilar batu, menunggunya dengan ekspresi yang sulit diartikan.Lang Yue menghentikan kibasan pelan sembilan ekor serigalanya begitu melihat Shen Wei keluar. Sepasang mata rubahnya yang tajam menatap lurus, memancarkan bauran rasa tidak percaya atas keputusan radikal yang baru saja didengarnya dari dalam ruangan."Yang Mulia, apakah benar Anda akan melakukan hal itu?" tanya Lang Yue sang selir Serigala, suaranya beralih rendah, kehilangan nada narsistik yang biasa ia pamerkan."Ya. Aku harus membuatnya belajar tentang hidup," jawab Shen Wei tanpa keraguan sedikit pun. Ia menghentikan langkahnya, menatap lur

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Sang pendosa

    Rasa frustasi yang teramat sangat menyelimuti setiap jengkal kesadaran Putri Wen Yi. Hinaan karena dikhianati oleh faksi pendukungnya sendiri baru saja meremukkan fondasi harga dirinya, namun fakta bahwa ia berutang nyawa pada Shen Wei adalah racun yang jauh lebih mematikan bagi egonya yang setinggi langit. Baginya, tatapan kasihan atau bahkan kepuasan taktis yang terpancar dari wajah Wenxian terasa seperti duri yang menusuk langsung ke ulu hatinya."Aku tidak sudi... Aku tidak sudi menjadi objek belas kasihanmu!" pekik Wen Yi, suaranya melengking frustasi, nyaris pecah karena histeria yang tak terbendung.Dengan mata yang membelalak liar dan napas yang memburu, ego besarnya yang terluka menuntut pelarian terakhir yang paling ekstrem: kematian. Jika ia tidak bisa hidup sebagai pemenang, ia menolak untuk hidup sebagai pecundang yang terhina di bawah kaki kakaknya. Dalam kebutaan emosi, Wen Yi tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar, bersiap mengatupkan rahangnya dengan kekuatan penuh

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Retorika Korban

    Aroma uap teh krisan yang tadi menenangkan saraf Shen Wei menguap begitu ia melangkah kembali menembus tirai sutra Paviliun Pengobatan. Sesi tombol jeda singkat bersama empat selir monsternya telah usai, dan kini otak ilmiahnya harus kembali beralih ke mode klinis yang dingin.Di sisi barat ruangan, She Ming baru saja meletakkan jarum perak terakhirnya ke dalam wadah alkohol. Di atas ranjang, kelopak mata Putri Wen Yi mulai bergerak-gerak samar. Efek dari formula alkali tingkat tinggi milik sang Alkemis Ular terbukti efektif memicu reboot total pada sistem metabolisme tubuh sang Putri yang sempat terkontaminasi asam parasit Gu."Ugh..." sebuah rintihan parau dan lemah lolos dari bibir pecah-pecah Wen Yi.Sepasang matanya perlahan terbuka, berkedip berkali-kali mencoba menghalau buram akibat hawa sihir yang sempat membekukan jaringan saraf penglihatannya. Namun, begitu fokus matanya pulih sepenuhnya, hal pertama yang tertangkap oleh retinanya adalah sosok megah berbalut jubah hitam ke

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Godaan si Ular

    Shen Wei merasakan desiran dingin itu merambat dari tengkuk hingga ke tulang belakangnya. Bukan dingin yang membekukan, melainkan jenis dingin yang tajam dan elektrik, seperti lidah es yang menjilat permukaan kulit yang panas. Ia tidak perlu menoleh untuk mengetahui pelakunya.Di dunia ini, hanya a

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Siapa Pelakunya?

    Huo Yan, dengan aura harimau yang meledak-ledak, langsung berbalik begitu melihat She Ming turun dari kuda. Wajahnya merah padam karena amarah."She Ming! Kau ular licik!" bentak Huo Yan, suaranya menggelegar hingga burung-burung gagak di atas pohon mati terbang menjauh. "Kau pamit sebentar untuk

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Anak Panah

    Teriakan She Ming terdengar bersamaan dengan gerakan tubuhnya yang melesat melampaui kecepatan cahaya. Shen Wei, yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari bayang-bayang gudang, bahkan tidak sempat menoleh. Ia hanya merasakan sebuah tarikan kuat yang membuatnya tersungkur ke tanah.Dari posis

  • Menjinakkan Empat Selir Binatang   Jejak Kimia

    Langkah Shen Wei masih terasa sedikit berat saat ia menuruni tangga paviliun pribadi She Ming. Meskipun rasa pening di kepalanya sudah memudar, setiap gerakannya seolah menjadi pengingat atas keliaran semalam yang terus menghantui pikirannya. She Ming berjalan tepat di belakangnya, kehadirannya ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status