PLAKK!Tamparan itu terasa begitu panas di pipi Reno. Namun anehnya, pria itu justru tersenyum—senyum seolah mengejek kemarahan Erika.Erika gemetar. Dadanya naik turun, bukan karena lelah, tapi karena tidak menyangka Reno bisa berkata sejauh itu. “Kurang ajar kau, Reno.”Reno memiringkan kepala, menatapnya seolah sedang menilai sesuatu yang tak berarti di matanya. “Kau ini bodoh atau bagaimana?” ucapnya ringan, menusuk lebih dalam dari tamparan barusan. “Atau ... sejak awal kau memang berharap bisa bersamaku?”Hening.Sementara Laura hanya sebagai saksi adegan dramatis suami istri itu.Kata-kata Reno jatuh seperti palu, menghancurkan sesuatu yang selama ini Erika coba pertahankan. “Jangan seenaknya bicara,” suara Erika bergetar. Ia berusaha tegar, tapi matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tidak pernah berharap apa-apa darimu.”“Tidak?” Reno terkekeh pelan, lalu melangkah mendekat. Terlalu dekat. “Lalu semua itu apa, Erika? Tatapanmu, perhatianmu, atau cara kau selalu datang setiap aku me
최신 업데이트 : 2026-05-15 더 보기