Aurelia duduk di tepi ranjangnya, menatap bahu kirinya yang tertutup kain kasa. Rasa geli yang aneh masih ada di sana, sebuah denyutan samar yang terasa lebih dari sekadar luka. Setelah kegilaan di aula, Caspian dan Jasper telah membawanya ke kamar pribadinya, memastikan ia aman sebelum kembali ke kerumunan yang panik. Aurelia tahu mereka akan kembali sebentar lagi, membawa tabib istana, tetapi ia merasa ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh tabib mana pun. Pintu kamarnya terbuka, dan Caspian masuk dengan langkah tergesa. Di belakangnya, Jasper mengikuti dengan tatapan serius. Mereka tidak membawa tabib, melainkan kotak kayu kecil yang terbuat dari akar pohon kuno. "Bagaimana perasaanmu?" tanya Caspian, suaranya dipenuhi kekhawatiran. Ia mendekat, tangannya terulur untuk menyentuh dahi Aurelia, memeriksa suhunya. "Lelah," Aurelia menjawab jujur. "Dan... bingung. Gigitan itu... rasanya aneh." Jasper mengangguk, meletakkan kotak kayu itu di meja samping tempat tidur. "Kami mera
Última actualización : 2026-05-13 Leer más