Malam itu, aula utama istana terasa sangat sesak. Lampu-lampu kristal yang tergantung megah di langit-langit memantulkan cahaya keemasan yang seolah menyorot setiap gerak-gerik para tamu. Aurelia berdiri di dekat pilar besar, menyesap sedikit sari buah dari gelas kristalnya. Di sampingnya, Lily, pelayannya yang setia, tampak tidak tenang. "My Lady, saya merasa tidak enak hati," bisik Lily, matanya menyapu kerumunan bangsawan yang sesekali melirik ke arah mereka dengan tatapan sinis. "Sepertinya ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Lady Clara dan kelompoknya." Aurelia hanya mengangguk pelan. Tenang saja, Lily, batinnya. Tujuan kita malam ini hanya untuk melihat keadaan, bukan untuk mencari masalah. Suasana pesta mendadak riuh saat seorang pelayan muda tersandung di tengah aula, menyebabkan nampan perak yang dibawanya jatuh dan denting gelas pecah terdengar begitu keras. Cairan anggur merah membasahi lantai marmer yang licin. Pelayan itu, seorang gadis remaja yang tampak ketakuta
Last Updated : 2026-04-03 Read more