Dingin. Lantai batu ini terasa begitu menusuk kulitku, seolah ribuan jarum es sedang menembus pori-pori. Bau karat dan darah segar menguar di udara, menusuk hidung hingga membuatku mual. Di depanku, ribuan orang berteriak histeris, wajah mereka merah padam karena amarah yang meluap-luap. "Mati kau, penyihir Veridian!" "Pengkhianat! Kau pantas membusuk di neraka!" Aku mencoba mendongak, namun leherku terhimpit oleh balok kayu yang kasar. Di sinilah aku, di panggung eksekusi yang megah namun mematikan. Mataku menyapu barisan depan penonton, tempat tiga pria berdiri dengan angkuh. Lucien, Raja Iblis dengan mata merahnya yang berkilat kejam. Alaric, sang Werewolf yang menatapku seolah aku hanyalah sekerat daging busuk. Dan Zayne... Pangeran Sempurna yang justru memberikan senyum paling dingin yang pernah kulihat seumur hidupku. "Sudah waktunya," bisik Zayne, suaranya terdengar merdu namun mengandung racun. Kilatan pedang algojo memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan. Det
최신 업데이트 : 2026-03-15 더 보기