Kata-kata Lucien yang tulus, meski diucapkan dengan nada serak seorang Raja Iblis, perlahan meruntuhkan dinding keraguan Aurelia. Ia melihat pria itu berdiri di hadapannya, bukan sebagai manipulator atau musuh, tetapi sebagai sekutu yang mencari penebusan. Ditambah lagi, ancaman yang diungkapkan Lucien tentang Raja Kegelapan yang asli, serta potensi Zayne yang licik, membuat Aurelia sadar bahwa ia tidak bisa menolak bantuan yang ditawarkan. Mungkin, hanya mungkin, ini adalah jalan yang harus mereka ambil."Baiklah, Lucien," kata Aurelia, suaranya tegas namun lembut. Ia merasakan tatapan Caspian, Jasper, dan Caelan di belakangnya. Ketiganya masih menyimpan keraguan, terutama Caelan yang terus menatap Lucien dengan tatapan dingin yang penuh kecurigaan. Namun, Aurelia harus mengambil keputusan ini. "Kau boleh bergabung dengan kami. Tapi ingat, tidak ada lagi kebohongan. Kita harus saling percaya jika ingin berhasil."Lucien mengangguk, ekspresinya menunjukkan kelegaan yang tulus. "Kau ti
Última actualización : 2026-05-22 Leer más