Kesembuhan total yang dirasakan Aya bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah gerbang pembuka menuju babak baru yang lebih agung. Luka masa lalu yang ditinggalkan oleh Tama kini telah menjadi abu yang tidak berbekas, dan ruang dalam hati Aya sepenuhnya dipenuhi oleh cinta, syukur, dan ambisi yang terukur untuk masa depan yang ia bangun bersama Eros dan si kembar. Kebahagiaan mereka saat ini terasa begitu utuh, begitu stabil, diperkuat oleh dukungan Ibu Lilis dan kesuksesan Waktu Rasa. Namun, seperti pasangan yang baru menemukan keutuhan setelah melalui badai, ada satu topik yang menjadi puncak dari semua harapan mereka, yang selalu hadir dalam bisikan dan pandangan mata Eros dan Aya: Janji Baru—kemungkinan untuk memiliki anak kandung berdua, melengkapi dan memperkokoh benteng keluarga yang sudah mereka dirikan.Momen pembicaraan itu terjadi pada malam Minggu yang tenang, di jantung rumah besar keluarga Parameswara. Rumah itu, yang dulunya megah namun sunyi, kini terasa hidup, hangat, da
Read more