"Anu, Russle...""Hm?""Kau lupa melepaskan penyamaranmu."Russle berkedip beberapa kali."Oh."Ia tersenyum kikuk."Benar juga."Perlahan, ia melepaskan sihir penyamarannya.Wajah Kapten Eddy memudar sedikit demi sedikit, berganti menjadi wajah aslinya.Setelah itu, Russle mengangkat telunjuknya.Dengan satu gerakan kecil, seluruh jendela di kamar Rowan menutup sendiri. Tirai-tirai tebal ikut tertutup, memastikan tidak ada seorang pun yang dapat mengintip dari luar.Ruangan menjadi sunyi.Russle kemudian menggandeng lengan Rowan menuju cermin besar yang berdiri di sudut kamar."Rowan.""Apa?""Lihat."Keduanya berdiri berdampingan di depan cermin.Dua sosok yang wajahnya nyaris identik menatap balik dari pantulan itu."Rowan," ujar Russle pelan."Apakah aku mirip denganmu?"Rowan memperhatikan pantulan mereka beberapa saat.Ia lalu menggeleng sambil terkekeh kecil."Tidak."Russle mengangkat sebelah alis."Tidak?""Gaya bicaramu berbeda.""Cara berjalanmu juga.""Selera pakaianmu, ke
Read more