"Kau tahu kita kembar identik, kan?""Aku tahu.""Kalau kau anak haram, berarti aku juga."Russle terdiam.Rowan melanjutkan dengan nada datar,"Dan aku cukup yakin Ayah tidak mampu melakukan hal serumit itu."Kali ini Russle benar-benar tertawa.Bahkan sampai harus memegangi perutnya.Rowan ikut menyunggingkan senyum tipis.Meski hanya sesaat.Setelah tawanya mereda, Russle bersandar lagi ke kursinya."Baiklah.""Bagus.""Jadi aku bukan anak haram.""Tentu tidak.""Lega rasanya."Rowan menggeleng pelan.Lalu berbalik menuju pintu lagi.Namun sebelum keluar, ia sempat berkata,"Kalau kau mulai mempertanyakan asal-usulmu hanya karena nama tengah, sebaiknya tidur.""Kau terdengar seperti orang tua.""Aku lebih tua tiga menit.""Itu tidak dihitung.""Bagiku dihitung."Pintu kembali tertutup.Meninggalkan Russle sendirian.Beberapa detik kemudian ia menatap buku batu di atas mejanya.Lalu menghela napas panjang."Syukurlah aku tidak bilang dari mana pertanyaan itu berasal."Karena jika Ro
続きを読む