Di tempat lain, Aruna duduk bersandar di taman bunga tak jauh dari kediamannya. Ia membawa sebuah buku kulit cokelat dan pena bulu angsa. Suasana begitu tenang dan tentram, dengan kunang-kunang mulai bermunculan di sela semak mawar. Ia mencatat apa yang harus dilakukannya besok—resep baru, pesanan kue pesta, stok tepung yang perlu ditambah.Tanpa sadar, seorang pria bertubuh besar mendatanginya dari balik pepohonan."Kita berjumpa lagi di sini, Lady?" suaranya dalam, menggelitik.Aruna mendongak. Sebuah bayangan raksasa menutupi seluruh tubuhnya. Duke Utara—pria misterius yang sejak beberapa hari lalu kerap muncul di setiap kesempatan."Anda ke sini bukan untuk cookies saya, kan?" tanyanya dingin.Pria itu mengangguk dengan senyum misterius, lalu duduk di samping Aruna. Wangi kayu cedar dan kuda menyertainya."Hobi barumu, Lady?" Dia terus bertanya, berusaha menyudutkan.Aruna hanya mengangguk, menghindari kecurigaan. Ia masih terus mencatat, berharap pria itu cepat bosan dan pergi."
Last Updated : 2026-04-30 Read more