Tak lama kemudian, mereka tiba di depan toko aksesori milik Count Valencio.Toko itu tidak terlalu ramai.Maklum saja, tempat tersebut baru dibuka dua hari yang lalu.Bangunannya pun tidak terlalu besar, hanya sekitar delapan kali enam meter. Dahulu bangunan itu merupakan sebuah kedai sederhana, tetapi telah direnovasi menjadi toko aksesori yang tampak cantik dan elegan.Berbagai hiasan rambut, bros, kalung, gelang, hingga pita dipajang rapi di dalam etalase.Cedric lebih dulu turun dari kudanya, lalu mengulurkan tangan untuk membantu Aruna turun.Begitu Aruna melangkahkan kaki ke dalam toko, para pegawai yang sedang merapikan barang langsung menoleh.Mata mereka membelalak."Lady Evelyne Ardent!"Suara mereka terdengar hampir bersamaan.Beberapa pegawai bahkan tampak menahan rasa antusiasnya."Lady Evelyne benar-benar datang!""Sungguh suatu kehormatan bagi kami!"Tak lama kemudian, mereka serentak membungkukkan badan memberi hormat kepada Aruna dan Cedric.Salah seorang pegawai sege
Read more