Pagi itu, suasana Kediaman Ardent jauh lebih sibuk dari biasanya.Beberapa pelayan hilir mudik membawa koper, peti kayu, serta perbekalan yang telah dipersiapkan sejak dini hari.Di halaman depan, dua kereta kuda telah menunggu.Seekor demi seekor kuda diperiksa kembali oleh kusir, memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal sebelum perjalanan panjang dimulai.Aruna berdiri di samping kereta.Tangannya sibuk merapikan tas berisi peta, pakaian ganti, dan beberapa buku yang sengaja ia bawa.Di dekatnya, Gavriel memeriksa pedangnya untuk terakhir kali, sementara Mira membantu para pelayan menata barang-barang agar tidak bergeser selama perjalanan."Sayang..."Duchess Marianne melangkah menghampiri Aruna.Wajahnya dipenuhi kekhawatiran."Kau benar-benar yakin ingin pergi ke Nochtaryn?"Aruna menghentikan tangannya sejenak.Duchess Marianne kembali berkata pelan,"Dulu kau sangat membenci Duke Rowan Blackwood.""Bahkan kau selalu mengeluh setiap kali mendengar namanya.""Bukankah kau
Read more