Dada Naura serasa mau meledak. Air sungai yang pekat dan sedingin es memaksa masuk melalui mulut dan hidungnya, mencekik pasokan udara hingga tenggorokannya terasa terbakar. Di bawah permukaan air yang gelap, pandangannya mulai kabur. Namun, bayangan tubuh kecil Bubu yang terombang-ambing di atas permukaan memacu sisa kesadarannya.GASP!Kepala Naura akhirnya menyembul menembus permukaan air yang bergejolak. Ia terbatuk-batuk hebat, meraup udara sebanyak-banyaknya."BUBU!" panggil Naura, suaranya parau, nyaris tenggelam oleh gemuruh arus sungai.Beberapa meter di depannya, tangan mungil Bubu menggapai-gapai udara sebelum kembali tenggelam, terseret arus."C-Calli... Tolong Bubu..."Naura mendayung kedua tangannya mati-matian. Setiap kayuhan terasa begitu berat saat ia berusaha menembus arus sungai yang mengamuk. Ketika jarak mereka semakin dekat, Naura menjulurkan tubuhnya ke depan dan meraih sejauh yang ia bisa."Pegang tanganku, Bubu!"GREB!Jemari Naura berhasil menyambar pergelanga
Read more