“H-hanya kamu.” ucap Naura terbata.Seolah kehilangan kendali, Dion menarik tengkuk Naura dan…Ia mencium Naura.Bibir mereka bertemu dalam ciuman yang meledak, campuran antara kerinduan, keputusasaan, dan cinta yang terlarang. Ciuman yang tadinya pelan kini berubah menjadi liar. Dion menelusuri setiap sudut bibir Naura, menghisap dan menahan napasnya sendiri saat merasakan respons wanita itu. Setiap tarikan napas, setiap gerakan lidahnya, setiap desah yang keluar membuat kendalinya semakin runtuh.Dion menekan tubuh Naura lebih dekat, seolah ingin menghapus jarak sekecil apa pun di antara mereka. Merasakan setiap denyut nadinya menyatu dengan ritme tubuh wanita itu. Napas mereka saling bertabrakan.Tangan Dion bergerak liar dari leher Naura ke bahunya yang terbuka, menggenggamnya dengan posesif. Ciumannya semakin dalam, semakin menuntut, membakar hasrat yang selama ini ia tahan.Naura memejamkan mata erat. Jemarinya mencengkeram rambut Dion, menarik sedikit agar memberi ruang untuk
Last Updated : 2026-04-04 Read more