Kepala Naura terasa amat berat, bagaikan dihantam palu berulang kali. Saat kelopak matanya bergetar dan perlahan terbuka, hal pertama yang menyerang indranya adalah aroma obat-obatan kimia yang begitu pekat dan menyengat, memenuhi rongga hidungnya. Rasa mual mendadak naik hingga ke tenggorokan.Naura mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi seluruh badannya terasa kaku. Ketika kesadarannya mulai terkumpul sepenuhnya, barulah ia menyadari posisinya. Ia terduduk di sebuah kursi kayu tebal dengan kedua tangan, tubuh, serta kakinya terikat erat menggunakan tali kasar.Setiap kali ia berusaha menggeser bahu atau menghentakkan kaki, ikatan tersebut justru semakin mengencang, mencengkeram tubuhnya dan membatasi setiap gerakan. Ia mengamati sekelilingnya. Ruangan itu begitu gelap, dingin, dan dipenuhi debu yang menggantung di udara. Aroma apek bercampur tanah basah serta kayu lapuk menusuk penciumannya, seolah tempat itu sudah terbengkalai bertahun-tahun.Belum sempat Naura mencerna seluruh situa
Read more