Pak Dicky melihat putrinya yang tampak seperti orang gila, merasa sangat malu.Dia melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tangan Tania, lalu berkata dengan suara yang dingin, "Melakukan perbuatan nggak tahu malu seperti itu di luar negeri …. Kamu benar-benar sudah mempermalukan Keluarga Damira!""Ayah! Bisa-bisanya Ayah masih mengatakan hal seperti itu sekarang!" Wajah Tania pucat pasi, tatapannya tampak linglung."Paman Dicky, pilihannya cuma ada dua, nikahkan putrimu dengan ayahku, atau bawa dia pulang.""Kalau kamu membawanya pulang, semua janji sebelumnya dianggap batal.""Kamu harus …."Belum sempat kalimat itu selesai, ekspresi Pak Dicky langsung berubah.Janji itu batal?"Ayah, Ayah nggak akan setuju, 'kan?" Tania mencengkeram lengan ayahnya. Wajahnya tampak syok. "Bagaimana mungkin aku menikah dengan ayahnya?"Pak Dicky terdiam sejenak untuk berpikir. Kemudian, dia langsung mengambil keputusan. "Tania, saat ini masalahmu sepertinya sudah tersebar luas di seluruh lingkaran
Baca selengkapnya