"Eh, udah kenalan belum sama tetangga baru kita?" Wawan tiba-tiba nyeletuk, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu.Digta, yang sedang asyik dengan ponselnya, hanya mendongak sekilas, lalu kembali menatap layar tanpa minat."Belum. Kenapa emangnya?" jawab Digta singkat, tidak antusias sama sekali."Ya ampun, Digta! Sekali-kali keluar kamar dong," Wawan mencoba menyindir, tapi Digta tetap tak bergeming."Hmm," gumam Digta.Wawan menghela napas panjang."Katanya tetangga baru kita cakep, Ta!"Yanto sampe mimisan pas ketemu." Wawan mencoba berkelakar, berharap bisa memancing reaksi Digta."Oh, cewek," sahut Digta datar, masih tanpa ekspresi.Wawan menghela napas lagi, kali ini lebih berat. "Garing banget sih lo," ucap Wawan frustrasi."Iya, cewek lah! kalo cowok, gue nggak bakal repot-repot cerita sama lo?""Susah emang ngomong sama lo. Makanya, belajar bersosialisasi!" Wawan mulai sewot."Nggak ah, takut jadi aneh kayak Yanto," balas Digta, akhirnya menunjukkan sedikit minat.Wawan tert
Last Updated : 2026-04-14 Read more