Rendy terdiam, duduk di antara riuhnya teman-temannya. Raisa, Andini, dan Tio asyik bercanda, namun bibirnya kelu. Pikirannya melayang entah ke mana, jauh dari hiruk pikuk obrolan mereka."Pulang kuliah ikut kita, yuk?" Raisa bertanya, matanya beralih dari Tio ke Rendy."Nggak," jawab Tio cepat, tanpa tahu ke mana mereka akan pergi."Belum juga dibilangin mau ke mana, udah nolak aja," sahut Raisa, sedikit kesal."Kamu, Ren?" Raisa melirik Rendy, membuyarkan lamunannya."Nggak bisa, Cha. Ada urusan," jawab Rendy dengan senyum tipis.Ada yang aneh dengan Rendy hari ini, pikir teman-temannya. Sikapnya tidak seperti biasa."Emang mau ke mana?" Tio bertanya, sekadar basa-basi."Kepalasari, nyari buku buat laporan," jawab Raisa, menebak ke mana Rendy akan pergi."Gue sama Singgih udah janjian mau ke warnet, nyari bahan," timpal Tio, punya alasan sendiri untuk menolak ajakan Raisa dan Andini."Tumben rajin," celetuk Andini, membuat Tio hanya bisa menyengir.Tiba-tiba, Singgih muncul, mengham
Last Updated : 2026-04-14 Read more