Selang 15 menit Raisa pun kembali dengan membawa Bubur itu. Dia sudah menyiapkannya di atas mangkok sekarang, siap untuk memberikan makan kepada Digta."Kamu beneran bikin sendiri," tanya Digta tampak ragu, tidak percaya dengan kemampuan Raisa."Iya, aku bisa masak kok, nggak usah kuatir," kata Raisa sambil duduk di dekat Digta, meyakinkan Digta."Hee, yang kuatir siapa," ucap Digta tampak panik, mencoba menyembunyikan kekhawatirannya."Enak kok, Aaa," Raisa mulai menyendoki bubur itu dan memberikannya kepada Digta, dengan penuh kasih sayang.DegDigta membuka mulutnya berlahan dia mulai kuatir sekarang, soalnya dia tidak bisa berbohong kalau seandainya rasanya tidak enak, merasa tertekan."Enak kan," tanya Raisa, menunggu jawaban Digta."Lumayan, masih bisa di makan," jawab Digta jujur."Heuh," Raisa beraksi membuat Digta panik, takut dengan reaksi Raisa."Enak, enak kok," Digta cepat cepat meralat ucapannya, mencoba memperbaiki situasi.Raisa mulai menyuapi Digta lagi, dengan sabar
Last Updated : 2026-04-14 Read more