Malam di lereng Gunung Kelud seolah berhenti berdetak. Suara serangga hutan yang biasanya riuh mendadak senyap, menyisakan deru napas Aris yang berat dan tidak beraturan di atas balai-balai bambu. Di sudut ruangan, lampu minyak yang meredup menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding gubuk, seolah merekam kegelisahan yang menyelimuti hati Elara.Elara masih terduduk bersimpuh, memandangi wajah suaminya yang tampak begitu rapuh dalam tidurnya. Aris, pria yang selama ini ia kenal sebagai sosok tangguh, pelindung, dan tanpa cela, kini tampak seperti prajurit yang kalah perang di ranjangnya sendiri. Elara menyentuh pinggiran kain selimut, ingin membetulkan posisinya, namun tangannya tertahan di udara saat melihat catatan kecil yang tadi diberikan Kakek Jo."Kek, katakan padaku dengan jujur," bisik Elara tanpa mengalihkan pandangan dari Aris. "Apa maksud tulisan Ayah ini? Kenapa Ayah menyebut Kakek sebagai sosok yang berbahaya sekaligus penyelamat bagi pernikahan kami?"Kakek J
Last Updated : 2026-05-11 Read more