Elara menatap layar perangkat itu dengan tangan gemetar, sementara Aris masih berusaha mengatur napasnya. Pesan tentang proyek tahap dua di Jakarta terasa seperti hantaman keras yang meruntuhkan harapan mereka untuk tenang."Aris, lihat ini. Smith belum benar-benar kalah, dia punya markas cadangan di Jakarta," ucap Elara sambil menunjukkan layar kecil itu.Aris memaksakan diri untuk duduk tegak, meski luka di bahunya masih mengeluarkan darah segar yang merembes ke baju. "Kota itu terlalu besar untuk mencari satu laboratorium rahasia, ini pasti jebakan atau awal dari kekacauan yang lebih besar."Mereka berdua terdiam sejenak, menatap luasnya lautan yang kini tidak lagi terasa aman bagi mereka. Elara tahu, bersembunyi di pulau ini atau di tengah laut hanya akan menunda kehancuran yang sudah direncanakan Smith."Kita tidak punya pilihan lain selain kembali ke Jakarta dan menghentikan ini di sumbernya," tegas Elara dengan sorot mata yang penuh tekad.Aris menghela napas panjang, lalu mula
Last Updated : 2026-04-30 Read more