Pukul sembilan tepat. Elara berdiri di depan cermin besar studio pribadinya, merapikan sport bra dan legging ketat yang terasa seperti kulit kedua. Ruangan ini kedap suara, tersembunyi di lantai dua mansion, jauh dari jangkauan para pelayan yang sibuk di bawah."Nyonya, tamu Anda sudah tiba." Suara pelayan dari interkom membuyarkan lamunannya."Suruh dia langsung ke atas," jawab Elara singkat. Jantungnya berdegup kencang, sebuah sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan, antisipasi yang bercampur dengan rasa takut yang manis.Pintu studio terbuka tanpa ketukan. Julian melangkah masuk dengan ransel hitam tersampir di bahu atletisnya. Ia mengenakan kaus polos yang menonjolkan otot lengannya, dan tatapannya langsung mengunci mata Elara dengan intensitas yang membuat lutut wanita itu lemas."Anda tepat waktu, Julian," sapa Elara, mencoba tetap terlihat berwibawa sebagai nyonya rumah yang berkuasa."Waktu adalah aset yang paling berharga bagi saya, Nyonya Atmajaya. Terutama waktu yang dihab
Terakhir Diperbarui : 2026-03-26 Baca selengkapnya