Langkah kaki Elara mendadak terkunci di ambang pintu tangga darurat. Suara getaran ponsel Julian yang bergeser di atas lantai beton berdebu terdengar begitu nyaring, memecah keheningan fajar yang baru saja merekah. Layar ponsel yang retak itu memancarkan cahaya biru yang berpendar, menampilkan sebuah pemutaran video otomatis yang dikirim melalui jalur satelit terenkripsi.Aris, yang masih bersandar pada bahu Elara, menajamkan pandangannya. Sisa-sisa energi murni di dalam tubuhnya yang baru saja mendetoksifikasi racun ungu seketika menegang kembali. Di samping mereka, Julian berlutut perlahan, memungut ponselnya dengan jemari yang gemetar karena darah kering yang mulai mengelupas."Ini tidak mungkin..." bisik Julian, suaranya tercekat di tenggorokan.Di layar ponsel yang kecil itu, sebuah rekaman video beresolusi tinggi menampilkan sebuah ruangan bawah tanah yang sangat steril, kontras dengan laboratorium kotor milik Madam Vera. Dinding-dindingnya terbuat dari baja antikarat, diterangi
Last Updated : 2026-05-29 Read more