Elara berdiri mematung di ambang pintu gubuk, menatap wajah pria yang baru saja tiba dengan perasaan hancur. Pria itu adalah Aris, sosok yang selama ini menjadi pelindungnya, kini berdiri sebagai ujian paling berat dari ibunya."Aris... kenapa kamu bisa bersama mereka? Kenapa wajahmu terlihat begitu dingin padaku?" tanya Elara dengan suara yang gemetar.Aris tidak menjawab dengan kata-kata manis, ia justru melangkah masuk ke dalam gubuk dengan tatapan yang kosong dan kaku. Di belakang lehernya, Elara melihat bekas merah yang menandakan Aris telah dipaksa patuh menggunakan ramuan penunduk saraf."Tugas saya adalah memastikan apakah Anda sudah benar-benar menguasai ilmu itu, Nona Elara," ucap Aris dengan nada suara yang datar tanpa emosi.Kakek Jo mundur ke sudut ruangan, memberikan ruang luas bagi mereka berdua di tengah remangnya cahaya gubuk. "Ingat, Elara, ujian yang paling sulit adalah ketika kamu harus memuaskan seseorang yang jiwanya sedang terpenjara oleh rasa sakit."Elara mend
Last Updated : 2026-05-09 Read more