Share

Sisa Cinta

Auteur: Meyrna
last update Date de publication: 2026-05-10 11:52:23

Fajar baru saja pecah di ufuk timur, membawa udara dingin yang menusuk tulang di lereng Gunung Kelud. Elara masih terduduk lemas di lantai gubuk, mendekap tubuh Aris yang napasnya masih tersengal akibat kelelahan dan luka memar setelah dikeroyok anak buah Ratih.

"Maafkan aku, Elara. Aku gagal menjadi pelindung yang tangguh untukmu," bisik Aris dengan suara parau yang nyaris hilang.

Elara menggeleng cepat, air matanya jatuh membasahi pipi Aris yang kotor oleh debu tanah. "Kamu sudah melakukan se
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Antara Dosa dan Penyembuhan

    Suasana di dalam gubuk bambu itu mendadak menjadi sangat pengap, bukan karena kurangnya udara, melainkan karena beban rahasia yang akhirnya tumpah ke permukaan. Elara bersimpuh di samping balai-balai tempat Aris berbaring, tangannya gemetar hebat saat hendak menyentuh jemari suaminya. Aris tidak lagi menatapnya dengan pandangan pelindung yang hangat; matanya kini kosong, menyimpan luka yang lebih perih daripada sayatan belati mana pun."Kenapa kamu diam, Elara? Apakah sentuhanku terasa begitu kasar dibandingkan tangan terampil pria bernama Julian itu?" tanya Aris dengan suara yang sangat rendah namun tajam.Kata-kata itu seperti petir yang menyambar kesadaran Elara, membuatnya teringat kembali pada masa-masa gelap di Jakarta. Di saat Aris sibuk dengan tugas-tugasnya dan selalu bersikap dingin di atas ranjang, Elara telah mencari pelarian pada sosok ahli terapi bernama Julian. Pria itu bukan hanya mengajarkan teori Kamasutra, tetapi juga memberikan kehangatan fisik yang selama bertahun

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Luka Yang Terpendam

    Malam di lereng Gunung Kelud seolah berhenti berdetak. Suara serangga hutan yang biasanya riuh mendadak senyap, menyisakan deru napas Aris yang berat dan tidak beraturan di atas balai-balai bambu. Di sudut ruangan, lampu minyak yang meredup menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding gubuk, seolah merekam kegelisahan yang menyelimuti hati Elara.Elara masih terduduk bersimpuh, memandangi wajah suaminya yang tampak begitu rapuh dalam tidurnya. Aris, pria yang selama ini ia kenal sebagai sosok tangguh, pelindung, dan tanpa cela, kini tampak seperti prajurit yang kalah perang di ranjangnya sendiri. Elara menyentuh pinggiran kain selimut, ingin membetulkan posisinya, namun tangannya tertahan di udara saat melihat catatan kecil yang tadi diberikan Kakek Jo."Kek, katakan padaku dengan jujur," bisik Elara tanpa mengalihkan pandangan dari Aris. "Apa maksud tulisan Ayah ini? Kenapa Ayah menyebut Kakek sebagai sosok yang berbahaya sekaligus penyelamat bagi pernikahan kami?"Kakek J

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Sisa Cinta

    Fajar baru saja pecah di ufuk timur, membawa udara dingin yang menusuk tulang di lereng Gunung Kelud. Elara masih terduduk lemas di lantai gubuk, mendekap tubuh Aris yang napasnya masih tersengal akibat kelelahan dan luka memar setelah dikeroyok anak buah Ratih."Maafkan aku, Elara. Aku gagal menjadi pelindung yang tangguh untukmu," bisik Aris dengan suara parau yang nyaris hilang.Elara menggeleng cepat, air matanya jatuh membasahi pipi Aris yang kotor oleh debu tanah. "Kamu sudah melakukan segalanya, Aris. Sekarang biarkan aku yang merawatmu dengan semua yang kupelajari dari Kakek Jo."Kakek Jo mendekat, membawa baskom berisi air hangat dan kain bersih tanpa ada raut wajah tegang seperti sebelumnya. Ia menatap Elara dengan lembut, seolah ingin mengingatkan bahwa inti dari semua pelajaran mereka adalah tentang pemulihan jiwa melalui sentuhan."Gunakan minyak cendana itu, Elara. Usapkan dengan penuh perasaan di titik-titik lelahnya, agar jantungnya kembali tenang," perintah Kakek Jo d

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Puncak Pengkhianatan

    Elara segera menarik kain untuk menutupi tubuhnya sambil berdiri di depan Aris yang masih tampak linglung. Ratih menatap mereka dengan tatapan dingin, sama sekali tidak tersentuh oleh pemandangan intim yang baru saja ia saksikan."Pelajaranmu sudah selesai, Elara. Sekarang berikan kunci emas itu sebelum anak panah ini menembus jantung kekasihmu," ucap Ratih dengan nada tanpa belas kasihan.Aris mencoba bangkit dengan sisa tenaga yang ia miliki, namun tubuhnya masih terasa sangat lemas setelah pelepasan emosi yang hebat tadi. "Jangan berikan padanya, Elara... dia hanya akan menggunakan kunci itu untuk menciptakan lebih banyak penderitaan."Ratih memberi isyarat kepada para pemanahnya agar menarik busur lebih kencang, membuat suasana di depan gubuk semakin mencekam. "Cinta hanya akan membuatmu lemah, Elara, sama seperti ayahmu yang lebih memilih mati daripada berkuasa."Elara mengepalkan tangannya, ia teringat semua pelajaran Kakek Jo tentang bagaimana menguasai keadaan di saat yang pal

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Cinta atau Teknik?

    Elara berdiri mematung di ambang pintu gubuk, menatap wajah pria yang baru saja tiba dengan perasaan hancur. Pria itu adalah Aris, sosok yang selama ini menjadi pelindungnya, kini berdiri sebagai ujian paling berat dari ibunya."Aris... kenapa kamu bisa bersama mereka? Kenapa wajahmu terlihat begitu dingin padaku?" tanya Elara dengan suara yang gemetar.Aris tidak menjawab dengan kata-kata manis, ia justru melangkah masuk ke dalam gubuk dengan tatapan yang kosong dan kaku. Di belakang lehernya, Elara melihat bekas merah yang menandakan Aris telah dipaksa patuh menggunakan ramuan penunduk saraf."Tugas saya adalah memastikan apakah Anda sudah benar-benar menguasai ilmu itu, Nona Elara," ucap Aris dengan nada suara yang datar tanpa emosi.Kakek Jo mundur ke sudut ruangan, memberikan ruang luas bagi mereka berdua di tengah remangnya cahaya gubuk. "Ingat, Elara, ujian yang paling sulit adalah ketika kamu harus memuaskan seseorang yang jiwanya sedang terpenjara oleh rasa sakit."Elara mend

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Ujian Gairah

    Elara berdiri dengan kaki gemetar namun tatapannya tetap lurus menghadap pria-pria berotot yang baru saja mengepung gubuk. Pria dengan cambuk sutra itu melangkah maju, memamerkan senyum yang penuh dengan maksud tersembunyi dan gairah yang liar."Jadi ini gadis yang katanya bisa meluluhkan hati pria hanya dengan satu sentuhan jari?" tanya pria itu sambil memainkan ujung cambuknya di udara.Kakek Jo tetap duduk tenang di sudut ruangan, ia memberikan kode dengan matanya agar Elara tidak segera menggunakan kekerasan fisik. "Ingat pelajaran semalam, Elara. Jangan gunakan ototmu, gunakanlah pesona dan pemahamanmu tentang titik paling lemah di jiwa mereka."Elara menarik napas panjang, ia melepaskan jaket kusamnya dan membiarkan bahunya sedikit terbuka untuk memancing perhatian lawan. "Kalian datang untuk menagih janji ibuku, atau kalian hanya ingin merasakan bagaimana rasanya dikuasai oleh wanita yang kalian remehkan?"Pria bertubuh paling besar tertawa keras, ia mendekati Elara dengan lang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status