Pertanyaan itu membuat Lucy berkedip pelan, seolah baru kembali dari lamunannya. Dia menatap kardus di tangan pria berseragam biru itu. Lucy mengerutkan dahi. “Taruh di mana ya, Pak?” Lucy balik bertanya pelan. Pria itu menunggu jawabannya. Lucy melanjutkan sambil menghela napas. “Sebenarnya itu barang tidak terpakai sih. Sudah tidak digunakan juga karena yang punya sudah meninggal.” Pria itu mengangguk-angguk pelan, memahami situasinya. “Kalau begitu saya bantu buang saja, Nona,” katanya sambil menyesuaikan posisi kardus di tangannya. “Nanti sambil saya pilih-pilih kalau ada yang masih bisa digunakan untuk disumbangkan ke yang lebih membutuhkan.” Lucy tersenyum manis. “Iya, boleh.” Pria itu segera berbalik, membawa kardus itu keluar dari gudang. Lucy berdiri di tempatnya, menatap punggung pria itu yang semakin menjauh. Satu per satu kardus mulai bergerak keluar, menyisakan ruang kosong di sepanjang dinding yang tadi penuh. “Kak Raiden,” gumam Lucy, “bukan aku
Last Updated : 2026-04-09 Read more