Langkah kami terhenti di ambang ruang keluarga utama yang megah. Nyonya Rika sudah menyambut kedatangan Salma dengan senyum lebar yang begitu antusias. Ibu tiri Mas Bara itu melangkah cepat, memeluk Salma dengan kehangatan yang tak pernah kulihat sebelumnya, lalu menuntunnya untuk duduk di sofa beludru."Selamat, Salma! Ibu senang sekali saat mendengar kabar kehamilanmu kemarin," ujar Nyonya Rika seraya menggenggam erat kedua tangan menantunya. “Ibu jadi cepat-cepat mempersiapkan semua yang terbaik untuk cucu.”"Terima kasih banyak, Ibu Rika. Cucunya masih harus menunggu lama, dan maaf Salma baru bisa main ke sini," jawab Salma lembut, menampilkan senyum santun yang tampak begitu sempurna.Ia seakan lupa bagaimana perlakuan kejam Ibu Rika yang sempat membuatnya kaku dan takut.Aku melangkah perlahan ke meja samping, meletakkan bingkisan yang kubawa dengan kepala tetap menunduk dalam-dalam. Diikuti beberapa pelayan yang meletakkan bingkisan juga. Sebagai pelayan, aku berusaha sebisa mu
閱讀更多