"Kalau enak, buruan gantian. Aku juga mau dipuasin!" Mata Satria yang sayu berkabut gairah, spontan melotot saat mendengar kalimat ketus yang keluar dari mulut Rain. Batin pemuda itu, cepat sekali ekspresi dan sikap Rain berubah. Ia pikir, kekasihnya serius ingin memberikan service dan memuaskannya, nyatanya hanya melakukan pemanasan saja.Setelah dirinya terbakar hasrat, Rain justru menghentikan permainan gilanya, hingga membuat batangannya yang berkedut-kedut sejak tadi terasa nyeri dan linu."Tanggung, Sayang. Mainin dulu sampe keluar, abis itu aku bakalan muasin kamu sampe lemes," kata Satria dengan wajah meringis dan penuh harap. Sedangkan tangannya bergerak, mengurut pelan batangannya yang sudah sangat tegang dan licin akibat cairan pelumas yang bercampur dengan air liur Rain. Namun, Rain tak menanggapi perkataan Satria. Yang ada, ia justru bergerak mundur dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan gerakan yang santai. Di atas kasur yang luas dan empuk tersebut, Rain memb
Baca selengkapnya