"Danu, buka pintunya, Abang mau ngomong!" Pintu kamar tersebut tak kunjung dibuka oleh Danu yang berada di dalamnya. Membuat Satria menghela napas panjang dan memejamkan matanya sesaat. Tangannya pun terulur, mengetuk pintu kamar tersebut dengan agak keras disertai panggilannya. Tuk, tuk, tuk!" "Dan, kamu denger gak? Atau kamu mau—" Pemuda gigolo privat itu menjeda kalimatnya, menunggu respon Danu yang sengaja menghindarinya lantaran takut. "Danu!" Criet! Pintu kamar dibuka, menimbulkan suara derit yang lumayan keras. Di depan pintu itu, Danu berdiri dengan kepala tertunduk. Sedangkan di tangannya memegang buku cetak tebal, menunjukkan jika bocah itu sedang belajar. "Kenapa, Bang?" tanya Danu yang berpura-pura tidak paham tujuan abangnya datang. Tanpa kata, Satria yang memegang penggaris kayu di tangannya itu melangkah masuk tanpa sepatah kata. Ia menuju meja belajar adiknya dan mendaratkan bokongnya di kursi. Gluk! Melihat penggaris kayu yang berada di tangan Satria, Danu
Terakhir Diperbarui : 2026-06-05 Baca selengkapnya