Pagi di Kota Jatiraya dimulai lebih ramai daripada hari pasar biasa. Sejak matahari belum tinggi, jalan menuju Balai Kecamatan sudah dipenuhi pedagang, pekerja angkut, pemilik warung, dan warga desa yang datang hanya untuk melihat pelelangan sembilan kios permanen Pasar Jatiraya.Warung di sepanjang jalan membuka pintu lebih awal karena pemiliknya tahu orang yang menunggu lelang akan membutuhkan teh, bubur, atau makanan ringan. Beberapa pedagang bahkan memindahkan bangku ke depan agar pelanggan dapat duduk sambil membicarakan siapa yang akan menjadi pengusaha baru paling kuat di kota.Kebijakan pemerintah yang memberi ruang lebih besar kepada usaha mandiri membuat banyak orang merasa zaman sedang berubah. Selama ini mereka terbiasa melihat koperasi, usaha negara, atau pemilik modal lama menguasai tempat dagang tetap, sedangkan pedagang kecil hanya mengandalkan meja bambu, terpal, dan gerobak.“Kalau seseorang punya kios sendiri, dia tidak perlu membongkar dagangan setiap malam,” kata
Read more