“Kalau kita punya kendaraan sendiri, bukan berarti semua masalah selesai,” kata Leo. “Ada bahan bakar, perawatan, suku cadang, dan jalan desa yang tidak selalu bersahabat.” Andika menambahkan, “Tapi setidaknya jadwalnya milik kita sendiri. Itu yang sekarang paling mahal.” Leo kembali membaca angka tanpa terlihat tergoda oleh bayangan kendaraan sebagai barang mewah. Yang ia pikirkan justru mesin yang mudah dirawat, suku cadang yang bisa dicari, konsumsi bahan bakar, ketahanan terhadap jalan rusak, dan kapasitas yang cukup membawa beberapa orang serta dokumen. Darman memperhatikan wajahnya lalu tersenyum. “Kalau orang lain mendapat uang sebanyak ini, mungkin yang dipikirkan pertama kali barang paling mengilap di jalan.” Leo menoleh. “Kendaraan yang sering rusak hanya mengubah uang menjadi masalah yang punya roda.” Darman t
Read more