Adrian Wang belum beranjak dari seberang jalan meskipun urusan dagangnya sebenarnya sudah selesai. Pandangannya masih tertahan pada toko kosmetik milik Maharani Aditya, tempat perempuan dalam qipao yang tadi menarik perhatiannya sedang berbicara dengan seorang pegawai. Perempuan itu tidak memborong barang seperti pelanggan kaya yang ingin memastikan semua orang melihat isi belanjaannya. Beberapa kali Livia hanya mengambil satu kotak, membaca keterangan, bertanya harga, lalu mengembalikannya ketika merasa barang itu tidak benar-benar dibutuhkan. Adrian memperhatikan cara Livia berbicara kepada pegawai. Nada suaranya sopan, tidak memerintah, dan tidak ada kebiasaan menoleh ke sekitar untuk memastikan orang lain memperhatikan pakaian atau barang yang sedang dipilih. Qipao yang dikenakan jelas bukan pakaian murah bagi orang yang memahami kualitas bahan dan jahitan. Namun busana itu t
Read more