Langit siang tampak cerah, terlalu cerah untuk suasana hati Alula yang kusut. Dia turun dari mobil dengan langkah cepat, seolah ada sesuatu yang ingin segera dicapai.“Non Alula,” sapa salah satu pelayan dengan sopan saat pintu dibukakan.Alula hanya mengangguk singkat. “Rora di mana?”Pelayan itu terlihat ragu sejenak. “Kurang tahu, Non.”Alula mendecak pelan. Tanpa banyak bicara, dia langsung melangkah masuk ke dalam rumah. Sepatu haknya beradu dengan lantai marmer, menciptakan bunyi berulang—cepat, tajam, gelisah.Ruang keluarga kosong. Ruang makan sepi. Tak ada tanda-tanda Freya di dalam rumah. Begitu pun di paviliun. Kamarnya terkunci dan saat Alula mengetuk berulang kali, tak ada sahutan sama sekali.“Apa Rora keluar, ya.”Biasanya Freya akan duduk di salah satu sudut rumah dengan buku atau laptopnya. Diam dan tenang seolah dunia di sekitarnya tidak pernah cukup menarik untuk diikuti.Langkah Alula berbelok menuju kamar orang tuanya.Tok! Tok! Tok!“Masuk,” suara Nadya terdengar
Last Updated : 2026-04-23 Read more