Jujur saja mendengar ucapan Maverick, hatinya berdenyut nyeri. Namun, apa mau dikata, itu memang yang diinginkan.“Kenapa melamun saja?” tanya Maverick yang baru saja membereskan meja makan.“Siapa? Aku tidak.”Freya merebahkan diri di ranjang sambil bermain ponsel, sementara Maverick pergi untuk mandi. Tak lama pria itu keluar hanya dengan handuk yang membalut tubuh bagian bawahnya. Pria itu sudah menganggap apartemen Freya seperti rumahnya sendiri.Ranjang sebelahnya bergerak, Freya tak menoleh. Namun, pelukan pria itu membelit perutnya dengan sangat erat. Bibirnya mulai mencumbu tengkuk Freya dengan sangat lihai, membuat Freya menggeliat pelan karena geli.“Jangan menggangguku, Rick,” keluhnya dengan nada kesal.“Aku merindukanmu, Aurora,” katanya dengan tangan yang sudah bergerilya menyentuh tubuh bagian depan Freya.Cumbuan Maverick di lehernya, usapan pria itu di titik-titik sensitif tubuhnya membuat Freya melenguh pelan. Tubuhnya menggeliat dalam rengkuhan sang pria. “Rick,” d
Read more