Compartilhar

Pria posesif

Autor: Memey Yin
last update Data de publicação: 2026-04-23 13:10:49

Clara yang sejak tadi duduk di samping Freya akhirnya menoleh, mengamati pria yang berdiri begitu dekat dengan sahabatnya. Tatapannya menyipit, penuh curiga.

Clara memandang keduanya bergantian. Atmosfer di antara mereka terlalu tegang untuk disebut biasa. Terlalu dalam untuk sekadar dikenalkan sebagai kenalan.

“Okay… aku rasa aku butuh udara sebentar,” gumam Clara, berdiri pelan. “Kalian sepertinya punya urusan.”

Freya tidak mencegah. Tidak juga menahan. Karena dia tahu apa pun yang terjadi se
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Kau ambil kekasihku, kuambil suamimu

    “Kenapa lehermu merah-merah, Rora?”Freya yang sedang membuka menu langsung refleks menyentuh lehernya. Sial. Pasti bekas gigitan Maverick belum hilang seluruhnya meski sudah ditutup menggunakan foundation.“Gigitan nyamuk,” jawabnya santai.Alula mendengus pelan. “Nyamuk macam apa yang gigitannya sebanyak itu?”“Nyamuk nakal.”Pelayan datang membawa dua gelas kopi. Freya memilih mengaduk minumannya perlahan sambil memperhatikan Alula yang terlihat jauh lebih kurus dibanding terakhir kali mereka bertemu.Dark circle samar terlihat di bawah mata wanita itu. Wajahnya juga tampak pucat meski make-up menutupi sebagian besar kelelahan tersebut.“Kau mau bicara apa?” tanya Freya akhirnya.Alula terdiam beberapa detik sebelum menunduk. Jemarinya saling menggenggam gelisah di atas meja. “Tapi kau jangan pernah bercerita dengan keluarga, ya. Aku tidak mau membuat mereka kepikiran.”“Aku bukan lambe turah yang suka mengadu. Bukannya kau yang justru mengadu pada Nenek sampai aku dimarahi.” Tatap

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Bercinta di bawah atap langit

    “Ahh,” desah Freya saat pinggulnya bergoyang menghentak kejantanan Maverick yang belum sepenuhnya memasuki miliknya.Berpegang pada leher Maverick, Freya mulai membuka kakinya dan mencari posisi yang paling nyaman dan enak supaya pinggulnya bisa bergerak dengan bebas.Begitu merasakan kejantanan Maverick memenuhi inti tubuhnya dan melesat menyentuh titik sensitifnya, Freya mulai bergerak menggoyangkan pinggulnya dengan keras dan teratur. Bibirnya mendesah, matanya terpejam menikmati sensasi mendebarkan.Kegilaan kesekian yang dilakukan. Bercinta di bawah atap langit dengan pemandangan secara langsung.“Umm, hisap terus, Rick,” desis Freya saat Maverick melumat payudaranya dengan rakus.Tubuhnya bergerak makin keras, yang awalnya bergoyang naik turun kini mulai berubah menjadi maju mundur. Suara desahannya membuat Maverick makin bersemangat larut dalam gairah.“Ahh, terus, Rick. Hisap putingnya,” desah Freya tak karuan. Tangannya membenamkan kepala Maverick di dadanya. Pria itu juga la

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Aku ingin mencobanya di sini

    “Rick!”Freya memekik tertahan ketika dia yang tengah sibuk di dapur mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Maverick yang kedatangannya sama-sama sekali tidak terdengar.“Sedang apa?”“Aku memasak. Perutku lapar, Rick.”Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh. Belum ada pelayan yang berkeliaran. Freya memutuskan membuat omelet, juga kukusan brokoli dan wortel untuk sarapan.“Kenapa tidak membangunkanku? Kau bisa meminta pada pelayan.”“Kau yang mengusir para pelayan sejak semalam.”Maverick melupakan hal itu. Percintaannya bersama Freya semalam sangat dahsyat hingga lututnya bergetar. Tidurnya bahkan terasa sangat nyenyak karena rasa puas yang melemaskan seluruh ototnya.Meletakkan dagunya di atas bahu Freya, pria itu enggan melepaskan pelukan.“Ayo sarapan.” Freya meletakkan dua piring sarapan di atas kitchen island. Kepalanya menoleh ke samping hingga kecupan singkat mendarat di pipinya.“Sarapanku

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Kau selalu memuaskan (21+)

    Setelah menyiapkan makan malam, semua pelayan diminta meninggalkan villa dan akan dihubungi apabila diperlukan. Usai makan malam, Maverick membawa Freya ke balkon lantai dua yang langsung menghadap ke arah pantai.Suara deburan ombak dan angin laut menjadi melodi yang indah di antara keduanya. Maverick meraih botol wine di atas meja dan menuangkan isinya. Suara gelas berdenting membuat keduanya sama-sama tersenyum.Freya menyesap wine dengan anggun, matanya melirik ke arah Maverick yang malam ini terlihat sangat seksi.“Tatapanmu seperti pemburu yang telah menandai mangsanya,” bisik Maverick meletakkan gelas setelah menandaskan isinya.Maverick mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, lalu meletakkannya di atas tangan Freya.“Buka, Cantik.”Freya membuka kotak beludru tersebut. Matanya terpaku pada kilauan yang ada di dalam sana. Sangat cantik dan menyilaukan.“Apa ini, Rick?”“Hadiah untukmu,” jawab Maverick mengambil cincin dan memakaikannya di jari Freya. “Lihat, ukuranya sangat p

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Membawamu berlibur

    “Kenapa dia harus menyelidiki aku?”“Karena dia ingin tahu siapa wanita yang ada di sisiku.”“Dia mulai kehilangan rasa percaya diri,” sahut Freya dengan senyum mengejek.Maverick membuntuti Freya mandi. Tak lupa memberinya godaan dengan menyentuh area pribadinya dengan remasan nakal.Namun, tidak ada kegiatan lain. Mereka benar-benar mandi dalam artian yang sebenarnya.“Kau tidak pergi bekerja, Rick?”“Aku bosnya. Bisa datang kapan saja. Tidak akan ada yang protes.”“Sombong sekali Anda, Tuan Miller.”“Kau pergi ke rumah sakit hari ini?”“Ya, hanya konsultasi dan visite pasien bangsal VVIP. Tidak ada operasi.”Maverick keluar menuju dapur, sementara Freya masih duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambut. Apartemen Freya sudah seperti rumah bagi Maverick hingga pria itu bebas melakukan apa saja.Selesai membuat kopi, pria itu duduk di mini bar setelah menghubungi layanan pemesanan makanan.Tak lama Freya keluar dengan setelan rok dan kemeja press body yang membentuk tubuh ind

  • Candu Sentuhan Panas Kakak Ipar    Pagi yang menggairahkan (21+)

    “Angkat bokongmu, Cantik,” bisik Maverick yang sudah dilanda gairah.Tanpa perlawanan Freya melakukannya. Kedua kakinya terangkat hingga Maverick meloloskan segitiga yang menutupi area kewanitaannya.Suara desahan Freya terdengar setiap kali Maverick mencicipi setiap inci tubuhnya. Tidak ada penolakan sama sekali, tubuhnya justru menggeliat indah ketika pria itu menghisap payudaranya dan meremasnya kuat.“Sakit, Rick. Jangan digigit,” protes Freya saat merasakan puncak payudaranya perih.“Maaf, payudaramu sangat indah dan menggoda. Sulit untuk berpaling karena ukurannya yang sangat menantang.”Saat Maverick masih sibuk menghisap dan bermain-main di area dadanya, tangan Freya terulur ke bawah dan menyentuh kejantanan Maverick yang sudah menegang dan terasa keras dalam genggaman. Perlahan tangannya memainkan senjata Maverick dengan gerakan maju mundur yang lembut.“Argh! Kau mulai nakal, Cantik.”“Kau yang mengajarinya!” s

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status