Ancaman tertulis di monitor gedung yang rusak malam itu bukan sekadar gertakan sambal. Setelah sistem bangunan milik Estela dikacaukan, teror bergeser ke arah yang sama sekali tidak diduga oleh Edward. Serangan kali ini tidak menggunakan senjata api atau bom, melainkan sebuah kekuatan digital yang bergerak sangat cepat, tidak berwujud, dan mematikan bagi fondasi hidup mereka.Pagi itu, suasana di kediaman baru keluarga Sebastian di Jakarta terasa sangat tegang. Di meja makan, sarapan yang disiapkan tidak tersentuh. Edward duduk di depan laptopnya dengan kening berkerut, sementara Estela sibuk menerima telepon dari para investor yang panik akibat kejadian di gedung kemarin. Di sudut ruangan, Arthur Junior duduk diam sambil mengunyah roti panggangnya, matanya tidak lepas dari layar gawai yang menampilkan grafik pergerakan data."Edward, coba lihat ini," panggil Estela dengan suara bergetar setelah menutup teleponnya. "Pihak m
Read more