Lilian memegangi dahinya, merasa suaminya bertingkah kekanak-kanakan.Radit tidak menanggapi, hanya berpikir dalam hati, ‘Kalau sudah sejauh itu, apa masih bisa mundur? Kerugiannya sudah terjadi.’Tentu saja, istrinya tidak akan percaya jika dia mengatakan hal itu, jadi Radit memilih diam.Lilian mengenakan sepatu hak tingginya, lalu meninggalkan rumah.Sore harinya, Rosie menelepon. "Pak Radit, semuanya sudah dilakukan sesuai rencana. Setelah rapat internal di perusahaan, dua hari ini kami bekerja keras merobohkan panti jompo itu. Lokasi konstruksi sudah rata dengan tanah. Ponselku hampir meledak karena banyak telepon. Tapi masalahnya, aku masih belum punya desain baru ....""Tunggu aku di kantormu."Setelah menutup telepon, Radit pun keluar rumah bersama Luna.Setengah jam kemudian, dia kembali ke kantor Rosie."Pak Radit, entah siapa yang membocorkan informasi tentang lokasi proyek. Katanya, Bahtera Konstruksi perusahaan curang, mengabaikan standar kualitas, menggunakan bahan berkua
Read more