Malam itu, perawat membawa masuk sebuah tempat tidur tambahan. Luna menemani Radit di kamar rumah sakit.Keesokan harinya.Begitu Radit bangun, dia melihat Luna sedang membereskan kamar.Ruangan yang semula sudah bersih dan rapi, kini jadi tidak bernoda sedikit pun. Di atas lemari di sampingnya, tersusun sebuah buket bunga yang memancarkan aroma harum, membuat udara di dalam ruangan terasa jauh lebih segar."Sudah bangun? Aku baru beli sarapan, ayo kusuapi."Luna mendekat, duduk di tepi tempat tidur, dan mengangkat bubur yang baru saja dibelinya.Radit tersenyum canggung. "Kak Luna, nggak apa-apa kok, aku bisa makan sendiri."Dia duduk tegak, bersandar di kepala tempat tidur.Kilau di mata Luna yang jernih perlahan memudar, digantikan kesedihan. "Tapi, kamu masih belum sembuh, harus dirawat ...."Melihat Luna yang tampak serba salah dan kebingungan, Radit tiba-tiba entah kenapa merasa bersalah. Akhirnya, dia pun mengalah. "Ya sudah kalau begitu."Luna pun tersenyum, memperlihatkan kege
Read more