“Kau dikirim oleh Kaisar Song?!” kesal Tao Mo tangannya siap meninju Lin. “Benar.” “Tunggu, Tao Mo,” cegat Lian Wei menghentikan Tao Mo yang sudah bersiap meninjunya. Posisi tangan Tao Mo sudah berada di atas kepala. “Jadi Kaisar Song menyangka aku sudah mati, lalu menyatakan perang pada Kaisar Xu? Apa itu hal yang sama dengan yang terjadi pada ibuku? Apa karena itu juga panglima dari dua ribu pasukan itu, mengatakan jika Kaisar Xu menjagaku diam-diam selama ini?" “Kalau yang itu hamba tidak tahu nona, kemungkinan besar ini ada sangkut pautnya,” sahut Lin tidak yakin. Tao Mo mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras, tatapannya pada Lin dipenuhi amarah yang sulit disembunyikan. “Jadi selama ini... semua kekacauan ini bermula dari kesalahpahaman?” gumamnya lirih. Lin menundukkan kepala, “Kemungkinan besar begitu, Putri.” “Ayahku saja tidak terpikirkan hal itu,” lirihnya pelan. Lian Wei terdiam. Berbagai kepingan ingatan yang selama ini terasa janggal perlahan mulai ters
Read more