“Nama baruku, Li Xinhua. Aku butuh identitas baru bukan?”“Benar juga.”Malam semakin larut, setelah memastikan semua urusan hari itu selesai, keduanya akhirnya beristirahat.Begitu lampu minyak dipadamkan, kamar hanya diterangi cahaya rembulan yang masuk melalui jendela.Lian Wei berbaring membelakangi Wang Xuemin. Tak lama kemudian, ia merasakan lengan hangat melingkar perlahan di pinggangnya. Salah satu tangannya dijadikan bantalan untuk kepala Lian Wei.Wang Xuemin memeluknya dari belakang, seolah ingin memastikan wanita itu benar-benar berada di sisinya. Lian Wei memperbaiki posisinya agar lebih nyaman.“Begini tidak keberatan?” bisiknya.“Tidak,” Lian Wei menggeleng pelan.Ia justru menyandarkan punggungnya sedikit lebih dekat hingga tubuh mereka nyaris tanpa jarak.“Selamat malam, Xuemin.”“Selamat malam, istriku.”Lian Wei Ingin protes dengan panggilan itu, namun rasa kantuknya lebih kuat. Jadi ia memilih membiarkan Wang Xuemin.Tak lama kemudian, nafas keduanya berubah teratu
Read more