“Li Xinhua, apa kau mau menjadi murid inti terakhirku? Guru sendiri yang akan mengajarimu berlatih.” “Guru… murid sungguh merasa terhormat karena diberi kesempatan menjadi murid inti Anda.” “Hahaha baguslah kalau begitu,” ucap senang Adipati Xinxi. “Tapi guru, kenapa anda memilihku?” “Guru melihat banyak potensi darimu, sepertinya kau tidak perlu belajar di akademi karena pengalamanmu sudah banyak. Namun kau tetap masuk kesini walaupun kau sudah memiliki banyak ilmu.” “Guru…” “Guru hanya tua, tapi bukan guru tidak bisa melihat potensi dalam dirimu Li Xinhua.” “Tidak. Guru tidak tua, guru tetap yang paling tampan dan gagah di akademi ini,” ucap Lian Wei lalu mengambil teh untuk memberikan teh pada Adipati Xinxi untuk menerima hubungan murid dan guru ini. Adipati Xinxi menerima teh itu dan meminumnya, setelah meminumnya ia meletakan cangkir teh itu di atas meja. “Kalau begitu guru akan mengumumkan kepada semua orang, bahwa kau adalah murid terakhirku.” “Guru bisakah anda mengum
Magbasa pa