“Kau tahu apa yang harus kau lakukan sebagai panglima kekaisaran ini, Jianying,” ucap Kaisar Li. Jianying segera berdiri dan melangkah maju, ia membungkuk dengan tegas. “Mengerti, Ayah. Akan aku lakukan.” “Aku akan memerintahkan pasukan di wilayah perbatasan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita juga akan memeriksa kembali kondisi benteng, persediaan senjata, serta jumlah pasukan yang dapat dikerahkan jika perang benar-benar pecah,” tatapannya berubah tajam. “Jangan hanya mempersiapkan pasukan,” ujar Jiazhen. Jianying mengangkat wajahnya. “Pastikan rakyat juga dipersiapkan. Jika Song menyerang, mereka tidak boleh menjadi korban pertama.” “Baik,” Jianying mengepalkan tangan di depan dada. “Bagus, kau memang putraku.” “Jika ayah berkenan aku akan mengajak Tentara Xinxin untuk bergabung,” ucap Jianying. “Ya, kirimkan undangan pada mereka untuk pembahasan lebih lanjut. Tidak akan kubiarkan satupun wilayah kita jatuh tanpa perlawanan.” Xiuhuan mengangguk puas mendengar jawaban itu
Read more