“Kalian apa yang terjadi pada kalian?”“Ini kami tadi masuk ke dalam jebakan lalu berhasil keluar dari sana,” ucap Lien Hua beralasan.Senior tidak curiga akan hal itu, karena banyaknya jebakan di hutan racun tadi membuat mereka mempercayai ucapan kedua rubah ini. “Cih!” decih Xue Yan kesal dengan mereka. “Sudah cepat masuk barisan,” perintah senior. Mereka berdua berjalan ke samping Lian Wei, karena kebetulan barisan di sebelah Lian Wei masih kosong. Lien Hua memperhatikan wajah Lian Wei. Ia sempat terkejut melihatnya. Namun ia menjadi lebih lega setelah melihat tahi lalat di pelipis kiri Lian Wei. ‘Kupikir jalang itu masih hidup,’ batin Lien Hua.‘Ini, dia bukan jalang itu. Dia kan sudah mati terkuras darahnya. Tidak mungkin bisa selamat dari hal itu, semua orang di istana sudah mengetahui kabar meninggalnya putri pertama,’ batin Lien Hua meyakinkan diri.‘Lien Hua, Mayleen tunggu pembalasanku,’ batin Lian Wei dengan tangan yang terkepal kuat menahan untuk tidak menyerang kedua
Read more