Jianying dan Xiuhuan semakin sering mengunjungi Resto Xinxin. Terkadang ia juga bertanya pada pelayan resto tentang pemilik resto ini. Namun jawabannya selalu sama, tuan mereka tidak ada di tempat. “Kak, kita tidak punya cara lain selain pergi ke goa itu.”“Tapi di sana berbahaya, kau hampir tidak bisa keluar dari sana.”“Tapi—”“Lebih baik kita menunggu disini.”“Ini salahmu karena ceroboh melewatkan waktu emas,” cibir Jianying.“Kau!”Jianying hanya menatap kesal pada kakaknya yang begitu bodoh.“Kita pikirkan cara agar kita bisa masuk kesana.”“Baiklah, lalu apa rencana mau kak?”“Belum terpikirkan olehku.”‘Hah… dasar payah,’ umpat Jianying dalam hati.“Oh ya, ayah menyuruhku untuk menemui Lien Hua dan Mayleen di akademi, apa kau ingin ikut?”“Tidak, mereka itu kan adik kesayanganmu. Adikku hanya Lian'er seorang, jika kau ingin pergi, pergi saja sendiri. Aku masih ada urusan lain,” ucapnya dingin. “Kau mau kemana?”“Perbatasan,” ucapnya lalu pergi dari hadapan Xiuhuan. Xiuhuan
Read more