LOGIN“Bukan? Dia benar-benar mengabaikan kita?”“Sudahlah kak.”Jianying menarik kakaknya kembali, tapi bukannya kembali ia malah membawa kakaknya pergi ke belakang menara Adipati Xinxi.“Kau membawaku ke belakang menara Adipati Xinxi?”“Ya, diamlah. Mereka sebentar lagi sampai.”“Bagaimana kau tahu mereka akan menuju kesini?”“Apa kau bodoh kak? Kau tidak memperhatikan arah jalan mereka tadi?”“Tidak.”“Kau benar-benar sudah tidak tertolong.”Tak lama terlihat rombongan itu menuju menara. Lian Wei dan Xu Kai berjalan di paling belakang seperti biasa.“Lian'er kau begitu kejam mengungkapkan identitas asliku,” ucap Xu Kai sembari berjalan menghampiri Lian Wei. “Diamlah, kau sudah sepakat tidak memanggilku begitu.”“Baiklah baik, mari kita pergi. Tidak perlu menatap galak padaku,” ucapnya dengan merangkul pundak Lian Wei.“Singkirkan tangan kotormu dari calon istriku,” suara berat yang begitu dikenalnya menyambut indra pendengaran Lian Wei.Seorang pria berjalan di tengah keramaian menuju b
“Benar kau adikku, bukan?”“Maaf mengecewakan kalian.”Lian Wei membuka cadar yang dikenakannya. Penampilan cantik dari Lian Wei membuat semua mata memandang kagum padanya. “Li Xinhua?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan terkejut. “Tuan, anda datang?” ucap Mingmei memberi salam.“Mingmei?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan kembali terkejut. “Mingmei?” beo Xiuhuan.“Bukankah kau pelayan Putri Pertama?” tanya Jianying bingung.“Yang Mulia pangeran, Putri Pertama sudah membebaskan ku dari perbudakan.”“Mana mungkin!” ucap Lien Hua marah.“Ini suratnya,” ucap Mingmei menyerahkan surat pembebasan budak.Xiuhuan langsung mengambil dan membacanya, Jianying juga membacanya. Setelahnya Lien Hua merebutnya dan membacanya.“Tidak mungkin, surat ini palsu!”“Surat itu asli, apa kau buta?” sindir Jianying.“Apa?!”“Apa kau tidak melihatnya, bahwa itu tulisan tangan Lian Wei?” ucap Jianying.“Dia memang tidak meninggalkan satupun orangnya di istana,” ucap Xiuhuan setelah membaca ulang surat pembebasan budak
“Jika hatimu tidak miskin, kau tidak akan kehilangan adikmu,” jawab Liu Changhai. Deg…Mereka terus berdebat di sepanjang perjalanan menuju keluar hutan. Sementara di dalam goa, Lian Wei sudah selesai membersihkan diri. “Tuan.”“Masuklah Qin”“Tuan saya sudah mengatakan apa yang anda perintahkan pada saya. Ketiga pangeran sudah kembali dan sepertinya mereka akan kembali lagi untuk menemui anda.”“Apa? Kenapa?”“Mereka bertanya, bagaimana cara masuk ke dalam.”“Lalu apa yang kau katakan?”“Tuan menyukai perhiasan, uang dan herbal langka. Jadi aku meminta mereka mengumpulkan itu agar akses bisa diberikan.”“Kau menguras harta mereka?”“Iya.”Lian Wei tertawa dengan keras, mendengar hal itu.“Kerja bagus, Qiu.”Setelah tawanya mereda ia kembali serius.“Baiklah kau tetap disini dan tunggu mereka, lalu tugasmu untuk mengintai Selir Cui ditunda saja. Untuk sementara racun dalam tubuhnya akan bekerja. Jadi dia tidak akan bisa berbuat apa-apa.”“Baik tuan.”“Kau boleh pergi.”“Baik tuan.”
“Untuk apa tuan membeli wanita malam sebanyak itu?” tanya polos Mingmei. “Kau ini bodoh juga ya? Kau tidak dengar tuan bilang musuhnya menyukai wanita? Lalu untuk apa mereka di beli jika bukan untuk melayani?”“Kau benar. Apa mereka melayani untuk membuatkan teh dan makanan juga?”Yelu hanya dapat menepuk jidatnya kesal, ia sudah lelah menghadapi Mingmei yang lambat berpikir dan sangat polos. “Bagaimana bisa? Gadis sepolos kau mahir berjudi?” kesal Yelu dan meninggalkan Mingmei sendiri. “Aku suka main mahjong, itu kan bukan berjudi. Hanya permainan saja,” ucapnya menyusul Yelu. “Terserah padamu saja Mingmei. Tolong jangan buat aku kehabisan kesabaran,” ucap Yelu dengan kedua tangan memohon pada Mingmei lalu pergi begitu saja. “Kehabisan kesabaran? Memangnya aku kenapa?” monolognya tanpa menyadari Yelu yang sudah pergi jauh. “Ah Yelu! Tunggu aku! Yelu! Yelu!” panggil Mingmei yang tinggalkan oleh Yelu. Sementara itu Lian Wei pergi menunggang kuda ia tidak kembali ke akademi melai
“Tidak kecuali kau tidur denganku.” ucapnya dengan smirk. Lian Wei berjongkok di hadapan pria itu, ia mengambil tangan pria itu yang memang tidak terikat. Yang terikat hanya sampai pada bagian sikunya saja. “Jika tidur denganmu, dapat mengatakan segalanya, baiklah.” Lian Wei melepaskan ikatan pria itu, ia menyobek ujung kain bajunya dan membalutkan luka bakar pria itu. Ia membawa pria itu dengan perlahan. Mereka pergi ke ruangan sebelah, Lian Wei memberi tanda untuk menjaga delapan orang sisanya. Lian Wei mendudukkan pria itu di kasur yang memang tersedia di sana. Perlahan tangannya bergerak membuka hanfu pria itu. “Aku tidak tahu kau akan serendah ini, hanya untuk mendapatkan jawabannya.”Pria itu tersenyum penuh dengan kemenangan.“Benarkah? Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi bukan?” ucap Lian Wei.“Dibanding dengan mencari jawabannya bagaimana jika pergi bersamaku? Kau sangat cantik sungguh sangat disayangkan,” ucapnya menggoda Lian Wei dengan menyentuh wajah cantik Lian W
“Sepertinya ini tempat mereka.”Mingmei menatap Yelu dan mereka mengangguk dengan yakin. Mereka masuk kesana, aroma alkohol sangat tercium saat mereka memasuki ruangan. “Ada apa ini?”“Wah… ada penantang baru tuan?” ucap salah satu dari mereka.“Ya, baru saja datang.”“Tuan, mereka baru disini,” ucap penjual itu pada seorang pimpinan disana.“Ah baiklah kau boleh keluar.”Saat si penjual keluar Wei Heng berjaga di depan pintu untuk memastikan kedua gadis itu aman. ‘Ternyata mereka juga menyewa perempuan,’ batin Yelu jijik. “Tuan muda, kau berani sekali menantang kami,” ucap salah satu anggota. “Ya kami datang untuk menantang.”“Kau sangat berani menantang tuan kami. Kau tidak tahu jika dia adik raja, huh?” ucap seorang anggota yang sudah mabuk berat. “Aku tidak salah masuk,” ucap Mingmei dengan smirk di wajahnya.“Tuan, tuan, bagaimana jika kita segera memulai permainan ini?” ucap Yelu berani.“Hahaha dia menantang tuan,” ejek salah satu orang disana.“Mari mulai,” ucap sang pemi
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan







