“Duduk, Shanum,” ujar Bobby—ayah shanum—membuka suara dengan berwibawa namun terdengar ada amarah di dalamnyaShanum yang baru saja memasuki ruang tengah rumah orang tuanya, langsung mengambil tempat duduk di sofa tunggal yang berhadapan langsung dengan mereka. Ia meletakkan tas jinjingnya di sampingnya, sementara punggungnya berusaha tetap tegak meski jantungnya berdetak tak tenang.“Badan Ayah udah lebih baik kan sekarang?” tanyanya pelan, berusaha terdengar setenang mungkin.“Selama anak-anak Ayah gak bikin khawatir, ayah pasti sehat, Num,” jawab Bobby lembut tapi menusuk ulu hati Shanum.“Kemarin abis kamu pulang, dada ayah sempat kerasa sakit lagi,” sahut Ani sambil mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Shanum dengan pandangan menghakimi yang sangat tajam.Shanum langsung menoleh pada Ayahnya penuh rasa cemas. Memperhatikan wajah Bobby yang memang tampak sedikit pucat.“Ayah sempat kaget mendengar soal kamu,” tambah Ani ketusShanum menelan ludah. Telapak tangannya mulai dingi
Baca selengkapnya