共有

Bab 128

作者: QueenShe
last update 公開日: 2026-05-22 22:43:45

“Ayahmu masuk rumah sakit lagi? Serangan jantung?”

Pintu kamar terbuka kasar tanpa ketukan terlebih dahulu, diikuti pertanyaan bernada kesal dari Fadil yang baru saja masuk dengan setelan kerja yang sudah berantakan, dasinya sudah ditarik longgar.

Shanum yang sedari pulang dari rumah sakit hanya terdiam di berssandar di atas ranjang, hanya memandang ke arah pintu tempat masuknya Fadil dengan tatapan sayu.

Sambil menundukan kepalanya, Shanum menjawab datar tanpa ekspresi. “Iya.”

“Ck, merepotkan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (5)
goodnovel comment avatar
Azaalea Azaalea
di ulur2 gpp Thor tpi gantian bagian pembalasan sama azab nya Fadil,ga iklas KLO Bru dapat balasan eeh udahan
goodnovel comment avatar
QueenShe
Azabnya qt bikin lebih nyakitin ya kak ...
goodnovel comment avatar
QueenShe
oke kak... siaaap xixixii...
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 360

    “Pran, jelasin,” Ralin berhenti sebentar. “Mama mau tahu, apa Ani memang selalu begitu sama anaknya?”Di sofa ruang tengah, Ralin menatap lurus ke Prana yang duduk di seberang. Prana tak langsung menjawab, mengembuskan napas berat.“Pran,” panggil Ralin, matanya menyipit tajam.“Iya, Ma,” sahut Prana akhirnya.Jawaban singkat itu membuat raut Ralin kaku. “Sering kayak gitu?”“Kurang lebih begitu.”Ralin bersandar ke sofa, mencerna jawaban putranya yang tenang tapi menyiratkan kepahitan pekat.“Separah apa?” tanya Ralin, penasarannya mendesak untuk tahu apa saja yang sudah ditelan menantunya bertahun-tahun. “Mama tahu kelakuan Ani dari dulu. Dia bakal menekan siapa pun yang ngehalangin dia. Kirain sama anaknya gak begitu.”“Sama Shanum lebih parah.”“Contohnya?”Prana mengangkat wajah, menatap lan

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 359

    “Ma, kita pulang, Ma. Gak ada untungnya berdebat sama mereka di sini.”Prana menghalangi tubuh Ralin yang berniat maju menghadapi Ani lebih dekat, menahan pundak ibunya dengan kedua tangan.Ralin mendengus keras, dadanya masih naik turun menahan emosi. “Dia itu udah kelewatan ngatain anaknya sendiri sembarangan, Prana! Kasar banget mulutnya!”“Iya, tapi tempat ini bukan arena buat adu mulut,” balas Prana tegas, meredam situasi agar tak makin runyam di hadapan umum.Bersamaan dengan itu, Bobby melangkah maju, berdiri tepat di hadapan Ani, menatap istrinya dengan kejengkelan.“Bu, sudah cukup, kamu keterlaluan!” tegas Bobby.Ani menoleh cepat, matanya membelalak. “Kamu malah marahin aku, Yah? Kamu gak lihat Shanum ngelawan Ibu?”“Ibu yang bikin malu keluarga dari tadi!” potong Bobby tanpa ampun. “Udah tua masih suka bikin keributan!”Mendengar per

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 358

    “Ayahmu masih belum sembuh sepenuhnya, kamu malah bersenang-senang sama orang lain!” cecar Ani penuh amarah.“Bu—”“Kalau ngomong jangan sembarangan, ya!” potong Ralin, memotong ucapan Shanum.Wanita paruh baya itu tak tinggal diam. Dilewatinya Prana yang berdiri tepat di samping Shanum. Ralin memajukan tubuh menghadapi Ani langsung.Prana bergerak cepat, mencengkeram lengan ibunya, menariknya mundur perlahan.“Ma, sudah. Gak usah dilayanin,” bisik Prana mendesak.Ia tahu persis watak keras ibunya kalau sudah tersulut emosi. Tapi Ralin tak terima, mendelik tajam ke Ani, menepis tatapan Prana.“Mbak Ralin, gak usah ikut campur urusan saya dengan anak saya!” maki Ani, menunjuk wajah Shanum. “Dia anak kandung saya, Mbak orang luar gak usah ikut-ikutan!”Dada Ralin naik turun. Ucapan itu menembus batas kesabarannya yang tipis.“Siapa bilang saya orang luar?” bentak Ralin balik, menepis tangan Prana dari lengannya kasar.“Anak yang kamu maki-maki di depan orang banyak ini sekarang menantu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 357

    “Semua sudah siap.”Suara Ralin terdengar dari ambang pintu kamar. Shanum yang baru saja memasukkan ponsel ke dalam tas langsung menoleh.“Udah, Tante.”Ralin mengangguk singkat. “Ayo. Prana sudah pesan agar kita datang sebelum jam praktiknya selesai.”Pagi tadi, Prana sempat mengajak Shanum berangkat bersama ke rumah sakit. Namun, Ralin justru menawarkan diri untuk menemani menantunya itu. Awalnya Shanum merasa canggung.Akan tetapi, sejak malam kemarin, ia mulai menyadari bahwa sikap dingin Ralin bukanlah bentuk keterpaksaan lagi. Wanita paruh baya itu memang masih ketus dan menjaga jarak, tetapi perhatian-perhatian kecilnya semakin sulit disembunyikan.Sementara Prana sudah berada di rumah sakit sejak pagi karena jadwal praktiknya yang padat, Shanum dan Ralin baru berangkat menjelang siang. Prana sengaja meminta mereka datang di akhir jam kerjanya.“Biar sekalian aku yang periksa,” pesan Prana lewat ponselnya pagi tadi. “Setelah itu kita pulang bareng.”Shanum sempat tersenyum send

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 356

    “Mas! Lepasin aku dulu, aku udah gak kuat!” rintih Shanum, mencengkeram lengan Prana yang melingkar erat di pinggangnya.Bukannya melepas, pelukan Prana malah makin erat—seperti takut kalau ia meregangkan dekapan sedetik saja, keajaiban yang baru ia saksikan di kamar mandi akan menguap jadi mimpi.“Mas, lepas!” bentak Shanum dengan sisa tenaganya.Melihat suaminya masih bergeming, Shanum mendorong dada Prana sekuat tenaga hingga membuatnya terhuyung mundur setengah langkah, tak menyangka istrinya akan melepaskan diri sekeras itu di tengah momen haru.“Kenap—”Belum sempat Prana merampungkan pertanyaan, Shanum sudah berbalik, berlari kencang kembali ke kamar mandi.Hoeeekkk!Suara muntah menggema dari balik wastafel. Wajah Prana yang sedetik lalu berseri seketika pucat. Ia berlari menyusul, berlutut di samping Shanum yang membungkuk lemas, bahunya naik turun.“Shanum

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 355

    “Udah keluar hasilnya belum, Sayang?” teriak Prana dari balik pintu kamar mandi untuk entah yang keberapa kalinya sejak sepuluh menit yang lalu.Shanum yang sedang berdiri di dekat wastafel memejamkan mata rapat-rapat sambil mengembuskan napas panjang, berusaha meredam gejolak di dadanya.“Mas...” gerutunya kesal lewat celah pintu. “Aku baru banget selesai, ini juga baru mau lihat.”“Terus sekarang gimana? Ada perubahan belum?” sahut Prana tak sabaran, suaranya terdengar sangat dekat dengan daun pintu.“Ya mana aku tahu! Belum aku lihat!” balas Shanum setengah berteriak.“Cepetan dilihat, jangan bikin jantung aku mau copot!” perintah Prana lagi dari luar.Shanum memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pusing. “Mas, bisa diem gak sih? Dari tadi Mas bikin aku makin panik!”Di luar pintu kamar mandi, Prana benar-benar mondar-mandir seperti orang kehila

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 160

    Lutut Fadil menghantam lantai dengan keras. Pria itu menundukkan kepala sangat dalam, badannya bergetar, dan sedetik kemudian terdengar suara isakan. Fadil tampak menangis, menyesali perbuatannya dengan begitu meyakinkan di depan mertuanya.“Ayah, Ibu... saya mohon ampun,” ucap Fadil sesenggukan, a

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 101

    Begitu Shanum dan Prana melangkah masuk, atmosfer ruangan kerja Hendra. Pengacara ternama itu berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan kemeja slim-fitnya, lalu menyambut mereka dengan cengiran lebar yang terasa terlalu ceria untuk sebuah rencana perceraian.“Wah, Shanum! Lama gak ketemu, makin ca

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 33

    “Shanum... bagaimana kalau kita mencoba seperti yang mereka lakukan?” bisiknya tepat dari belakang telinganya, diikuti dengan gigitan-gigitan kecil di daun telinganya. Membuat seluruh tubuh Shanum menegang kaku.“Kita belum pernah mencoba gaya seperti itu, bukan?” Prana ikut naik ke atas sofa, berb

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 4

    Fadil melangkah lebar memasuki klinik baru milik Prana, tangannya mencengkeram pergelangan tangan Shanum, seperti menggiring tawanan menuju ruang interogasi. Shanum hanya bisa menunduk mengikuti langkah Fadil. Jantungnya bertalu hebat saat langkah mereka berhenti di depan pintu kamar yang kini tel

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status