“Nggak ada paksaan, dok,” jawab Aresta akhirnya. Suaranya sangat pelan, tanpa emosi. “Ini murni keputusan saya.”Riko di sebelah kanan tampak gelisah, bokongnya bergeser beberapa kali di atas kursi empuk. Ia ingin memotong, tetapi tatapan tajam Prana yang menghunus beberapa saat, dan sukses mengunci bibirnya rapat-rapat.Prana mencatat jawaban itu pada lembar rekam medis di hadapannya tanpa banyak bertanya lagi. “Baik. Sesuai permintaan, kita akan memasang kontrasepsi IUD atau KB spiral malam ini. Suster Mira, tolong siapkan ruang tindakan dan peralatan.”“Baik, Dok,” sahut Mira cekatan, langsung melangkah menuju bilik pemeriksaan di sebelah dalam dan menyiapkan segala keperluan medis.Saat Aresta bangkit berdiri untuk menuju ruang tindakan, langkah kakinya tampak sangat berat. Riko tak ikut masuk, ia memilih menunggu di kursi luar dengan ponsel menempel di telinga, kembali sibuk mengurus jadwal artisnya yang padat.Di dalam ruang tindakan, tirai ditutup rapat. Mira membantu Aresta un
Magbasa pa